fujixerox ronita dp

Kisahku Bersama FUJIXEROX….

Sudah hampir 3 tahun saya menggunakan mesin
fujixerox sebagai salah satu mesin produksi RONIta. Tahun 2010 saya membelinya dan alhamdulillah tahun 2013 saya bisa menambah koleksi mesin fujixerox yang kelas produksi, sebelumnya yang saya beli adalah kelas office.Sungguh berliku kisahku bersama fujixerox, bahkan saat saya menyiapkan gambar photo2 ini pun harus nge-hang berkali-kali walau akhirnya jadi juga..he he he..

 

fujixerox ronita dp

Awalnya saya membeli fujixerox untuk cetak kartu nama, undangan, cover dan sebagainya. Ternyata semua tujuan itu gagal total alisa gatot karena saya kalah bersaing dengan percetakan yang memiliki mesin HP INDIGO, DEVELOP, KONICA, CANON dan FUJIXEROX kelas produksi yang memang harganya bisa lebih murah. Jika di saya biaya kliknya masih 2500 maka mereka hanya 1000. Itulah kenapa benar-benar terjun bebas kalo mau bersaing dengan mereka.

Pasti puyeng ya bayangin mesin seharga ratusan juta yang kita beli hanya nongkrong tak berguna. Tapi saya mencoba untuk bisa tenang..ya sekali lagi ketenangan kita dalam melihat masalah akan membawa kita ke arah yang rasional.

Pas browsing saya lihat di salah satu situs luar negeri tepatnya jepang, mereka menggunakan mesin fujixerox untuk cetak sticker vinyl yang pada saat ini diharamkan oleh para pengguna mesin laser atau toner dengan alasan bahan akan meleleh. Walau ada yang main sticker tapi kebanyakan bahannya bukan vinyl tapi bahan PE yang memang tahan panas.

Nah dari situlah saya akhirnya dapat ide bahwa saya harus bisa mencetak sticker vinyl di fujixerox. Singkat cerita petualangan pun dimulai..jatuh bangun pasti..mesin rusak dan rusak juga iya…diomelin konsumen dan diketawaian sesama percetakan pasti iya. Pokoknya semua halangan muncul sampai akhirnya kami bisa berjalan dengan sticker vinyl.

Jika awalnya kami hanya ditarget 500 lembar per bulan, alhamdulillah dengan sticker kami bisa mencetak 2000 A3 per bulan bahkan banyak lebihnya. Jika awalnya hanya 1jt yang harus disetor ke astragraphia tetapi sekarang kami rutin setor mereka di angka 5jt. Ya semua itu berawal dari layanan sticker.

Memang oplahnya tidak sebanyak brosur yang sampai puluhan ribu lembar tapi nominal lembar kami jelas lebih mahal. Jika cetak kertas per A3 hanya 1.500 maka dengan sticker kami bisa mendapatkan uang 13.500 per lembar. Hampir 10x lipat harga jual cetak kertas.

Akhirnya mesin kami bener-bener berubah menjadi mesin cetak sticker, saya tinggalkan kartu nama, saya skip undangan dan cover..yang jelas fokus dan fokus ke sticker sehingga hasilnya bisa lebih banyak.

Dengan penjualan stickerlah saya bisa membeli mesin fujixerox kelas produksi seharga 200jt secara cash (kalo second pasti cash, kagak ada bank yang mau mendanai jika mesin second). Jadi benar-benar terasa efek sticker dan fujixerox di RONIta.

Selain sticker ternyata mesin ini juga bisa kami kembangkan menjadi mesin sablon digital terutama di mug atau piring atau barang pecah belah lainnya. Saya masih akan terus mengembangkan kemampuan mesin ini terutama untuk kaos, handphone dan sebagainya.

Begitulah sedikit kisah saya bersama fujixerox…saya tidak dibayar atau disuruh untuk cerita oleh fujixerox atau astragraphia..saya juga tidak sedang mengiklankan mesin mereka karena saya sudah memutuskan untuk tidak jualan mesin, tidak jualan bahan. Saya hanya ingin memberitahu kalo kami memiliki mesin sendiri dan bisa mengoptimalkan mesin itu sehingga produk-produk yang kami jual lebih kreatif dengan harga yang sangat bersahabat.

So…salam kenal dari RONIta..kami siap untuk bekerjasama dengan anda dalam hal kebutuhan layanan cetak kreatif berbasis digital printing.

Salam Kreatif
by RONIta

Submit a Comment